❗❗ RUSTPRO Kini Hadir 24 Jam | Senin - Minggu 🔴 Kami Akan Segera Hadir Di Wiyung Surabaya

5 Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Mesin Mobil Transmisi Matic

Anda ingin mesin mobil transmisi matic tetap terlindungi dan awet? Ikuti 5 tips ini

Ko Popo

Ko Popo

Ciu Po Hien atau biasa dipanggil Ko Popo adalah seorang Direktur di perusahaan bernama Rustpro dan Partnership. Ko Popo juga merupakan Rust Professional Consultant yang berada di bawah naungan PT Domo Manajemen Grup.
Ko Popo

Ko Popo

Ciu Po Hien atau biasa dipanggil Ko Popo adalah seorang Direktur di perusahaan bernama Rustpro dan Partnership. Ko Popo juga merupakan Rust Professional Consultant yang berada di bawah naungan PT Domo Manajemen Grup.

Post Views

126,708 Views

Watch Time

126,70 Views

Bagi Anda pemilik mobil dengan mesin transmisi matic harus mengetahui apa saja yang tidak boleh dilakukan. Hal ini berguna untuk menjaga dan merawat mobil Anda agar lebih awet dan performa tetap baik. Ada beberapa perbedaan antara mobil transmisi matic dan yang tidak. Dan cara yang berbeda dalam memperlakukannya.

5 Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Mesin Mobil Transmisi Matic

Pada kesempatan kali Anda akan dijelaskan megenai 5 hal yang tidak boleh dilakukan mesin mobil transmisi matic. Untuk itu sebaiknya simak pembahasnnya hingga tuntas.

  1. Jangan Melewati Genangan Banjir

Seperti yang kita ketahui di Indonesia memiliki musim hujan yang cukup tinggi yang kadang kala menyebabkan genangan air tinggi hingga banjir. Banjir merupakan salah satu masalah yang harus Anda hindari agar mesin mobil transmisi matic tetap terlindungi.

Di Mesin Mobil Transmisi Matic terdapat lobang penguapan atau breeder yang berfungsi sebagai penguap udarah panas. Ketika Anda melewati genangan air yang tinggi seperti banjir, biasanya airnya dapat masuk ke sistem transmisi dan bercampur dengan olinya. Oli yang bercampur dengan air bisa menyebabkan jebol. Itulah sebabnya Anda tidak boleh memaksakan diri untuk melewati banjir agar terhindar dario resiko ini.

Disarankan untuk mengeceknya dan lihat apakah terjadi perubahan warna pada oli atau tidak. Jika ada warnah putih maka itu berarti sudah tercampur air dan jika masih berwarna merah maka masih aman.

  1. Jangan Main-Main Dengan Persneling

Beberapa jenis memiliki switch transmisi Mesin Mobil Transmisi Matic yang kurang safety sehingga kemungkinan berpindah dari satu titik ke titik lainnya lebih mudah. Jika Anda main-main atau bercanda dengan teman di dalam mobil dan tanpa sengaja memindahkan transmisi dapat berakibat fatal. Berbeda dengan mobil matic yang sisten transmisinya lebih aman maka resikonya lebih kecil

Bayangkan saja jika Anda berkendara dan tidak sengaja terjadi human eror sehingga persneling tersenggol, disaat yang sama ada orang lain di depan dan tersambar mobil. Tentu akan sangat merugikan bukan cuma Anda sendiri tapi orang lain dan banyak pihak.

  1. Jangan Biarkan Persneling di Posisi D Terus

Saat Anda berada dalam perjalanan dan mengalami kemacetan, sebaiknya Anda bisa memperkirakan durasi waktunya untuk menentukan posisi persneling yang tepat. Biasanya jika waktu kemacetan itu singkat maka tidak masalah posisi persneling tetap berada di D.

Akan tetapi jika Anda terjebak di macet yang cukup panjang dan Anda membiarkannya berada di posisi maka mesin transmisinya tetap berputar dan pelat kopling transmisi matik bisa habis.

Oleh karenanya sebaiknya segera mengembalikan posisi persneling Kembali ke Netral dan apabila mobil akan jalan lagi baru di posisikan ke D lagi.

  1. Jangan Sering-sering Melakukan Burn Out

Beberapa Mesin Mobil Transmisi Matic setelah di remap sering melakukan burn out, yaitu ketika kita pencet gas maka ban akan spin. Boleh dilakukan karena serasa seru namun yang perlu Anda perhatikan adalah tidak melakukannya secara terus menerus karena dapat menyebabkan oli transmisinya abis dan kopling mobil Anda juga habis.

  1. Jangan Menunda Penggantian Oli Transmisi Secara Rutin

Transmisi untuk mobil baru biasanya setelah 40.000 KM, akan tetapi jika mobil Anda sudah cukup lama sebaiknya dilakukan penggantian oli setiap 20.000 KM.  Jangan percaya pada produk oli lifetime yang sering Anda temui di pasaran karena biasanya itu hanya claim yang tidak bisa dibuktikan.

Resiko jika transmisi mengalami kerusakana dapat membuat kantong bolong atau biaya yang besar. Bahkan transmisi pengganti pun harus diperoleh dari negara lain. Unttuk itu selalu disarankan pada Anda melakukan penggantian oli secara rutin.

Nah, mungkin itu dulu artikel Dokter Mobil yang tentang Mesin Mobil Transmisi Matic yang bisa dijadikan pertimbangan untuk merawat transmisi matic dari resiko kerusakan yang semakin parah.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat dan membantu, silahkan share ke orang-orang terdekat Anda. Apbila ada pertanyaan atau sesuatu yang Anda bingung, silahkan tanyakan melaluo kolom komentar di bawah. Sampai jumpa!

Links

RESERVASI ANTI KARAT MOBIL

Saya mau reservasi layanan Anti Karat Mobil !

RESERVASI COATING DAN DETAILING MOBIL

Saya mau reservasi layanan Coating & Detailing Mobil !

RESERVASI KACA FILM - DOMOFILM

Saya mau reservasi Domofilm !

RUSTPRO

It's My Responsibility